Beranda » HASIL KARYAKU » Contoh Kerangka Berpikir

Contoh Kerangka Berpikir

Keaksaraan fungsional merupakan salah satu satuan dari Pendidikan Luar Sekolah yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan keterampilan, terutama dalam bidang kemampuan baca, tulis dan berhitung (calistung). Keaksaraan fungsional diselenggarakan berdasarkan tingkatan menurut acuan Kementerian Pendidikan Nasional, yaitu, keaksaraan fungsional dasar, keaksaraan fungsional lanjutan dan keaksaraan fungsional mandiri. Keaksaraan fungsional diselenggarakan oleh pemerintah dan masyarakat. Yappika sebagai lembaga kemasyarakatan menyelenggarakan kegiatan pembelajaran keaksaraan fungsional. Sebagaimana kebanyakan penyelenggara keaksaraan fungsional lainnya, maka yang menjadi sasaran atau warga belajar dari kegiatan belajar ialah orang dewasa yang mayoritas merupakan usia 15 tahun ke atas yang tidak memiliki kemampuan baca, tulis dan berhitung. Beberapa dari mereka juga ada yang tidak sekolah dasar dan tidak tamat sekolah dasar. Oleh karena itu mereka tertarik untuk mengikuti kegiatan belajar keaksaraan fungsional dengan harapan akan memiliki kompetensi dalam bidang kemampuan membaca, menulis dan berhitung.

Peniliti berdasarkan temuan awal terdapat beberapa permasalahan yang dialami oleh warga belajar kelompok belajar keaksaraan fungsional dasar yang akan melanjutkan ke keaksaraan fungsional lanjutan di RW 03 Kelurahan Sukapura Kecamatan Cilincing Jakarta Utara terkait dengan lingkup pembelajaran yang dilaksanakan. Permasalahan yang paling utama ialah kurang optimalnya kemampuan kompetensi dasar warga belajar menurut acuan standar kompetensi keaksaraan dasar (SKKD) tahun 2009, warga belajar yang belum menguasai materi hak dasar sebagai fungsional dari keaksaraan fungsional dasar yang diselenggarakan Yappika dan menurunnya kompetensi warga belajar untuk melanjutkan program pembelajaran keaksaraan fungsional lanjutan.

Permasalahan nampak tentunya tidak dapat dilepaskan dari beberapa penyebab. Penyebab tersebut antara lain kekosongan pembelajaran dari keaksaraan fungsional dasar ke keaksaraan lanjutan selama 2 bulan, motivasi warga belajar untuk belajar mandiri yang masih rendah, penyampaian materi hak dasar yang kurang maksimal, variasi kompetensi warga belajar yang berbeda-beda, kurangnya sumber belajar mengenai materi hak dasar. Permasalahan tersebut berdampak pada proses belajar dari warga belajar itu sendiri dalam mengikuti kegiatan belajar keaksaraan fungsional lanjutan. Mereka menjadi sangat tergantung dengan kehadiran tutor, warga belajar cenderung ingin belajar hanya pada jadwal pembelajaran saja.

Fakta permasalahan di atas mendorong peneliti untuk menemukan suatu alternatif solusi, yaitu perlu adanya suatu model pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada tutor, tetapi juga dapat belajar dengan bantuan media belajar sebagai sumber belajar. Warga belajar akan dapat belajar untuk mengoptimalkan dan mengingat kemballi materi melalui model media belajar yang memang didampingi oleh tutor, terkait dengan pemahaman materi hak dasar yang diberikan dan kemampuan calistung. Situasi ini akan membuat warga belajar menjadi lebih mudah dalam memahami materi. Adapun model pembelajaran yang terkait dengan nilai-nilai tersebut sekaligus akan coba untuk diterapkan pada penelitian ini adalah model pembelajaran melalui media DVD Re-Iliterate.

Media DVD Re-Iliterate merupakan suatu konsep media pembelajaran terhadap orang dewasa yang berorientasi pada warga belajar. Sebagaimana telah dipaparkan di atas, penerapan media DVD Re-Iliterate pada warga belajar di RW 03 Kelurahan Sukapura oleh Yappika didasarkan pada asumsi bahwa warga belajar adalah orang dewasa yang memiliki pengalaman dan kesibukan lain, serta mengacu pada beberapa penelitian yang menyatakan bahwa pembelajaran ini sangat baik untuk diterapkan pada orang dewasa.

Penelitian ini terfokus pada diri warga belajar itu sendiri, dan yang menjadi sampel penelitian adalah warga belajar keaksaraan fungsional dasar yang melanjutkan ke keaksaraan fungsional lanjutan. Materi yang akan menjadi obyek penelitian disini adalah materi calistung dan hak dasar mengenai hak mendapatkan pendidikan, hak mendapatkan pelayanan kesehatan, hak memeluk agama dan hak kebebasan berpendapat. Materi hak dasar ini, berdasarkan pengamatan peneliti, banyak terjadi di masyarakat dan cukup sulit dipahami oleh para warga belajar.

Penerapan pembelajaran ini yang akan dilaksanakan Yappika sebelum warga belajarnya melanjutkan kegiatan pembelajaran keaksaraan fungsional lanjutan di RW 03 Kelurahan Sukapura tentunya tidak terlepas dari penggunaan media pembelajaran. Tanpa media, proses pembelajaran akan berlangsung kurang optimal. Media pembelajaran yang dipilih tentunya merupakan suatu jenis media yang mampu membuat proses pembelajaran menjadi lebih interaktif, lebih efisien, serta lebih menarik bagi warga belajar. Penggunaan media dengan karakteristik tersebut akan mampu mengoptimalkan kompetensi dasar warga belajar.

Peneliti tertarik untuk menggunakan media berbasis CD interaktif dalam bentuk DVD Re-Illiterate sebagai media pembelajaran pada penelitian ini. Pemilihan media tersebut didasarkan pada kemudahan penggunaan media dengan menggunakan DVD Player sebagai tambahan media, sehingga materi dapat menjadi suatu media yang sangat praktis dan memungkinkan warga belajar untuk melakukan proses pembelajaran di berbagai tempat. Penggunaan DVD Re-Illiterate sebagai media pembelajaran akan membuat proses belajar akan terpusat pada warga belajar, sementara tutor hanya akan berperan sebagai fasilitator.

Media DVD Re-Illiterate merupakan sarana belajar yang berisikan tentang berbagai materi belajar untuk mengingat kembali materi yang telah mereka pelajari. Warga belajar diharapkan melakukan proses pembelajaran melalui media DVD Re-Illiterate tanpa kehadiran dari tutor.

Berikut ini merupakan alur kerangka berpikir peneliti dalam menerapkan model pembelajaran DVD Re-Illiterate di kelompok belajar keaksaraan fungsional lanjutan RW 03 Kelurahan Sukapura oleh Yappika.

Penyelenggara kelompok belajar keaksaraan fungsional lanjutan di RW 03 Kelurahan Sukapura diharapkan mampu memberikan alternatif sumber belajar baru bagi warga belajar, berkenaan dengan materi calistung dan hak dasar melalui penerapan pembelajaran DVD Re-Illiterate. Warga belajar akan mampu melakukan proses belajar tanpa ketergantungan dari tutor melalui penerapan media ini. Warga belajar juga akan lebih kreatif dalam menentukan kapan dan apa yang ingin ia capai selama proses pembelajaran.

Tujuan dari penerapan model pembelajaran DVD Re Illiterate ini adalah warga belajar dapat mengoptimakan standar kompetensi yang ditetapkan, yaitu mendengar, berbicara, membaca, menulis dan berhitung sesuai dengan SKKD (standar kompetensi keaksaraan dasar) dengan materi hak dasar. Adapun indikator dari tercapainya standar kompetensi tersebut antara lain, warga belajar mampu membaca, menulis, berhitung dan mengemukakan pendapat sesuai dengan materi hak dasar yang telah dipelajari oleh warga belajar.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: